Kolaborasi 3 Organisasi Perangkat Daerah, Simpang Odah Etam Hadirkan Ekosistem Kreatif yang Harmonis di Kukar

img

(Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui pelaksanaan kegiatan Simpang Odah Etam (SOE).

Kegiatan yang dikenal dengan sebutan SOE ini hadir setiap haru Sabtu malam Minggu, tepatnya di jalan Kartanegara depan Pendopo Bupati Kukar.

"Kehadiran SOE ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan berbagai unsur seni pertunjukan, musik, kuliner, hingga pelibatan UMKM lokal yang kian berkembang." kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda.

Ia.menjelaskan bahwa kegiatan Simpang Odah Etam merupakan bentuk konkret dari kolaborasi tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Koperasi dan UKM (Diskop), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait perizinan.

Ketiganya bersinergi untuk menciptakan ruang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menciptakan ekosistem yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Jadi bukan hanya sekadar event hiburan, tetapi juga menjadi wadah yang mendekatkan pelayanan seperti perizinan, pemberdayaan UMKM, dan ruang ekspresi seni,” ujar Zikri Umulda diwawancarai Poskotakaltim Sabtu (19/04/2025).

Zikri mengatakan, keterlibatan para pelaku UMKM dalam event ini tidak hanya memberi mereka kesempatan untuk memasarkan produk, tetapi juga mendorong mereka agar semakin percaya diri untuk tampil di ruang publik.

Ia juga berharap, keberadaan SOE ini bisa menjadi model sinergi yang dapat ditiru oleh daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal.

Selain UMKM Zikri mengungkapkan, dalam kegiatan SOE pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik dari musisi lokal, pentas seni tradisional dan modern, serta mencicipi beragam kuliner khas Kutai Kartanegara. Dan tersedia pula booth-booth UMKM yang menjual produk makanan, minuman hingga kerajinan tangan.

“Di SOE ini juga menyediakan ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proses perizinan usaha yang dihadirkan oleh DPMPTSP,” katanya.

Zikri beranggapan, hal ini penting untuk dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya berkutat pada pemasaran, tetapi juga memahami aspek legal dan pengembangan bisnis mereka secara berkelanjutan.

“Semangat kolaborasi ini penting untuk terus dijaga. Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun sektor ekonomi kreatif. Harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat luas,” tambah Zikri

Dirinya juga menegaskan bahwa pendekatan partisipatif ini akan terus dikembangkan di berbagai program Dispar Kukar ke depan. Ia juga menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seperti ini cukup tinggi.

“Banyak warga yang hadir bersama keluarga, menikmati hiburan sambil berbelanja produk UMKM. Mereka ada yang dari Kukar bahkan luar daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran SOE di ruang publik memiliki dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sosial dan budaya,” Pungkas Zikri

Diriny menambahkan dengan dukungan lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat, SOE diharapkan bisa menjadi bagian dari wajah baru pembangunan daerah yang berbasis pada kearifan lokal dan inovasi kreatif. (adv/tan)